Fabel

Fabel
Pengertian
Ciri-ciri Umum
Unsur-unsur Cerita Fabel
Jenis-jenis Cerita Fabel
Tema cerita fabel didominasi tentang hubungan sosial
Cerita fabel 🡪 cerita mengenai kehidupan binatang yang
berprilaku layaknya seperti manusia.
Cerita fabel tergolong kedalam jenis cerita fiksi.
Legenda 🡪 cerita rakyat yang dianggap benar-benar
terjadi.
Cerita fiksi 🡪 suatu cerita yang bukan berasal dari
kehidupan yang nyata atau disebut juga dengan cerita
fiktif).
Tokoh‐tokoh yang berperan dalam fabel adalah para binatang.
Watak yang digambarkan oleh para tokoh (binatang) di dalam
fabel menyerupai karakter manusia seperti baik, buruk,
penyabar, pemarah, suka menolong, ringan tangan, keras kepala,
cerdik, egois, dan sebagainya.
Tokoh‐tokoh fabel yang diperankan oleh para binatang dapat
berpikir, berkomunikasi, dan bertingkah laku layaknya manusia.
Sudut pandang yang digunakan di dalam fabel adalah orang
ketiga
Jalan cerita menggunakan alur maju (runtut, dari awal hingga akhir)
Konflik cerita fabel meliputi permasalahan dunia binatang yang
menyerupai kehidupan manusia.
Fabel dilengkapi dengan penggunaan latar tempat (hutan, sungai,
gunung, pepohonan, bebatuan, padang rumput, gua, semak, dsb), latar
waktu (pagi, siang, sore, malam), latar sosial, dan latar emosional.
Ciri bahasa di dalam fabel bersifat naratif (berurutan), berupa dialog
yang mengandung kalimat langsung, dan menggunakan bahasa
informal atau bahasa sehari‐hari.
Mengandung amanat dan pesan berharga untuk pembaca.
1. Tema : ide atau gagasan inti sebuah cerita
2. Latar : meliputi latar tempat, waktu, suasana (sosial, dan emosional)
3. Tokoh : para pelaku yang terlibat di dalam cerita (binatang)
4. Watak tokoh : sifat‐sifat yang digambarkan oleh tokoh cerita (seperti sifat
manusia)
5. Konflik : permasalahan dalam cerita
6. Amanat : pesan yang terkandung di dalam cerita
7. Cara penceritaan : Sudut pandang yang digunakan dalam cerita
8. Tujuan komunikasi fabel : menginspirasi, menghibur, dan mendidik
9. Alur : Jalan cerita (alur maju)
10. Pesan : pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca
Berdasarkan asal dan ruang lingkup
Berdasarkan penggunaan latar dan pemberian watak
Berdasarkan isi dan kandungan cerita
Fabel Jenaka 🡪 fabel yang mengandung cerita‐cerita lucu dan
mengundang tawa pembaca
Fabel tragedi 🡪 fabel yang mengandung cerita‐cerita sedih dan
mengundang keprihatinan pembaca
Fabel romantika 🡪 fabel yang mengandung kisah‐kisah romantis
dan percintaan.
Fabel heroik 🡪 fabel yang mengandung cerita kepahlawanan dan
perjuangan.
Berdasarkan kemunculan pesan,
Fabel koda 🡪 fabel yang menampilkan pesan secara
eksplisit (jelas) di akhir cerita.
Fabel tanpa koda 🡪 fabel yang tidak menampilkan
pesan secara eksplisit di akhir cerita, melainkan
tersimpan secara implisit (tersirat) di dalam cerita.
Fabel alami 🡪 fabel yang menyandarkan sifat‐sifat
tokoh (para binatang) sesuai dengan karakter aslinya
Contoh: serigala yang rakus mencari mangsa di semak‐semak,
siput yang lambat menyusuri semak‐semak, kupu‐kupu yang indah
beterbangan di sela‐sela bunga dan rerumputan.
Fabel adaptasi 🡪 fabel yang menyandarkan sifat‐sifat
tokoh (para binatang) berbeda dengan aslinya.
Contoh: kura‐kura yang nakal sedang mengemudi mobil di jalan
raya, kancil pemarah yang jago silat dan memiliki perguruan bela
diri.
Fabel Lokal/ Kedaerahan 🡪 fabel yang berasal dari
suatu daerah dan penyebarannya terbatas pada ruang
lingkup daerah itu sendiri.
Fabel Nusantara 🡪 fabel yang berasal dari suatu daerah
dan telah menyebar hingga ke seluruh pelosok
nusantara.
Fabel Internasional 🡪 fabel yang berasal dari suatu
negara dan telah menyebar luas ke seluruh dunia.
Struktur Cerita Fabel
Orientasi
Orientasi 🡪 bagian permulaan pada sebuah cerita fabel yang
berisikan dengan pengenalan cerita fabel tersebut yang diantaranya
seperti pengenalan tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu,
pengenalan background atau tema dan lain sebagainya.
Komplikasi
Komplikasi 🡪 klimaks pada sebuah cerita yang berisikan mengenai
puncak masalah yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.
Resolusi
Resolusi 🡪 bagian dari teks yang berisikan dengan
pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh
tokoh.
Koda
Koda 🡪 bagian terakhir dari teks cerita yang berisikan
pesan-pesan dan atau amanat yang terdapat didalam
cerita fabel itu sendiri.
Kaidah Kebahasaan
Kata kerja
Penggunaan kata sandang si dan sang
Penggunaan kata keterangan tempat dan waktu
Penggunaan kata hubung lalu, kemudian dan akhirnya
Kata kerja aktif transitif
Kata kerja aktif transitif adalah kata kerja aktif yang memerlukan objek dalam
kalimat. Contoh: memegang, mengangkat, memikul, mengendarai mendorong
dan lain sebagainya.
Kata kerja aktif intransitif
Kata kerja aktif intransitif adalah kata kerja aktif yang tidak memerlukan objek
dalam kalimat. Contoh: adalah diam, merenung, berfikir dan lain sebagainya.
Si 🡪 dipakai di depan nama orang, binatang, atau benda yg
dianggap hidup pada ragam akrab atau kurang hormat atau
sederajat
Sang 🡪 dipakai di depan nama orang, binatang, atau benda yg
dianggap hidup pada sesuatu yang dimuliakan.
Pada keterangan tempat sering menggunakan kata depan
“di” dan pada keterangan waktu sering menggunakan kata
depan “pada”.
Kata dari “lalu” dan “kemudian” mempunyai arti yang
sama, dimana kata-kata tersebut sering digunakan
sebagai kata penghubung antar-kalimat dan juga
sebagai penghubung intra-kalimat.
Berbeda dengan kata “lalu” dan “kemudian”, kata
“akhirnya” sering digunakan dalam penyimpulan serta
pengakhiran informasi pada paragraf maupun pada
teks, baik itu teks cerita fabel ataupun teks cerita
lainnya.
14