Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia Era Demokrasi Liberal Konferensi Asia AfrikaTujuan :mempererat solidaritas negara-negara di Asia dan AfrikaGerakan Non Blok Tujuan :Mengupayakan hak untuk menentukan nasib sendiri, kemerdekaan nasional, kedaulatan, dan integritas negara anggota. Selain itu Gerakan Non-Blok juga menentang apartheid, dan tidak memihak pakta militer manapun.Era Pasca KemerdekaanMengirimkan Pasukan GarudaTujuan :Pasukan Garuda I dikirim untuk menjaga Perdamaian di Timur Tengah pada tahun 1957.Era Demokrasi TerpimpinPidato Presiden Soekarno pada Sidang Umum PBB pada tanggal 30 September 1960. Judul pidato tersebut "To Built the World a New" yang menggambarakan tentang Pancasila, masalah Irian Barat, kolonialisme, meredakan Perang Dingin, dan perbaikan organisasi PBB.Ikut memprakarsai berdirinya PBB (Perserikatan Bangsa –Bangsa)Era Orde BaruPembentukan ASEANPenghentian Konfrontasi dengan MalaysiaOKI (Organisasi Konferensi Islam)APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) OPEC (Organization of the Petroleum Exporting)Sebagai salah satu pemrakarsanyaSikap politik Indonesia yang bebas-aktif dan ingin berkontribusi mendorong kawasan Asia Tenggara yang memiliki stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan yang kuat.Melalui persetujuan hubungan normalisasi di Bangkok pada tahun 1966Peran Indonesia : tahun 1993 Indonesia menerima mandat sebagai ketua Committee of Six, yang bertugas memfasilitasi perundingan damai antara Moro National Liberation Front (MNLF) dengan pemerintah Filipina.Peran : sebagai tuan rumah KTT APEC pada tahun 1994 dan 2013Peran :Terlibat di dalam penanganan masalah subtansi dan juga diplomasi di berbagai persidangan yang di adakan OPEC.
32